News

Senin, 10 Juni 2019 - 01:08 WIB

3 bulan yang lalu

logo

BPBD Karo Terus Berjaga Untuk Menekan Dampak Negatif Erupsi Gunung Sinabung

Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Karo, Sumut terus berjaga-jaga menyusul terjadinya lagi erupsi Gunung Sinabung, Minggu, 9 Juni 2019

riaulebihbaik.com, Karo – “Erupsi memang sudah berhenti, tetapi semua tetap mewaspadai agar tidak terjadi yang tidak diingini” ujar Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu di Karo, Minggu, seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

BPBD Karo juga sudah mengingatkan agar warga tidak memasuki zona merah. Selain itu juga sudah membagi masker ke masyarakat dan melakukan penyiraman pada jalan umum.

“Semua unsur di Karo sudah melakukan berbagai langkah agar dampak erupsi Gunung Sinabung bisa ditekan” katanya.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi Sinabung. Ia menegaskan bahwa Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan beberapa rekomendasi, yakni :

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Sinabung.
Ini juga termasuk radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik” lanjutnya.

Pos Pengamatan Gunung Sinabung melaporkan, tinggi kolom abu sekitar 7.000 meter di atas puncak atau lebih kurang 9.460 meter di atas permukaan laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 9 menit 17 detik.

Erupsi memang tergolong besar karena terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Api Sinabung. Hingga Minggu malam, status Gunung Sinabung berada pada status level III (siaga).

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya