Budaya Lingkungan Hidup News Video

Jumat, 31 Mei 2019 - 16:23 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Rimbang Baling, Benteng Terakhir Hutan Riau

Penentuan Bukit Rimbang Bukit Baling sebagai Suaka Margasatwa pada awalnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur KDH Tk. I Riau Nomor 149/V/1982 tanggal 21 Juni 1982 tentang Penunjukan Areal Hutan di sekitar Bukit Rimbang Bukit Baling sebagai kawasan Hutan Tutupan / Suaka Alam seluas 136.000 hektar.

riaulebihbaik.com, Gema – Bukit Rimbang Bukit Baling ditunjuk sebagai kawasan suaka alam dikarenakan areal hutan di sekitar Bukit Rimbang Bukit Baling memiliki fungsi suaka margasatwa dan sumber mata air yang perlu dibina kelestariannya, untuk kepentingan pengaturan tata air, pencegahan bahaya banjir, tanah longsor dan erosi.

Sebelum ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwadi kawasan ini terdapat beberapa perusahaan pengusahaan hutan maupun Batubara yang beroperasi, antara lain HPH PT Brajatama I, PT Brajatama II dan PT Union Timber. Pada sebelah Timur kawasan beroperasi HPHTI PT Riau Andalan Pulp and Paper, dan sebelah Tenggara dilakukan oleh eksplorasi batubara oleh PT Manunggal Inti Artamas dan PT Nusa Riau. Selanjutnya setelah dilakukan penataan batas dan telah temu gelang, SM Bukit Rimbang Bukit Baling ditetapkan sebagai kawasan suaka margsatwa berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 3977/Menhut-VIII/KUH/2014 tanggal 23 Mei 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling Seluas 141.226,25 hektar di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. SM Bukit Rimbang Bukit Baling juga telah ditetapkan sebagai Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Bukit Rimbang Bukit Baling berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK. 468/Menlhk/Setjen/PLA.0/6/2016 tanggal 17 Juni 2016.

POTENSI KAWASAN :

  1. Flora : kelat (Syzygium spp), medang (Dehaasia caesia), Mendarahan (Myristica iners BI), Geronggang (Cratoxylon celebicum), Rambutan (Nephelium lappaceum), Mempening (Quercus spp), Resak (Vatica rassak), Kedondong (Spondias pinnata kurz), Meranti (Shorea sp), Semangkok, Balam (Palaquium sp), Payena (Payena sp), Berembung, Ubar (Shorea pauciflora King), Punak (Tetramerista  glabra Miq.), Bintangur (Calophyllum spp), Marpoyan (Rhodamia cinera)Kopi-kopi (Rubiceae)Pagar-pagar (Ixonanthes icosandra), Anai-anai, delik, Akar Gantung (Linia sp), Jelutung (Dyera sp), Rotan (Korthalsia sp, Calamus sp), Pakis, Sendok – sendok, Kantung semar (Nepenthes sp) dan Raflesia merah putih (Rafflesia hasseltii) dan lain-lain.
  2. Fauna : Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), Macan ahan (Neofelis diardi), Kucing emas (Catopurna temminckii),Kucing hutan (Felis bengalensis), Kucing bulu (Felis marmorata), jenis – jenis mamalia lain yaitu Kijang (Muntiacus muntjak),Babi berjenggot (Sus barbatus), Kancil/napu (Tragulus napu), Rusa sambar (Rusa unicolor), Kambing hutan (Capricornis sumatraensis), Babi hutan (Sus scrofa), Linsang (Prionodon linsang). Selain itu, terdapat juga jenis – jenis mamalia lainnya, seperti Musang belang (Hemigalus derbyanus), Binturong (Arctictis binturong), Berang-berang pantai (Lutra lutra), Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), Ajag (Cuon alpinus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Tenggalung malaya (Viverra tangalunga), Musang kerah putih (Mustela nudipes), Musang galling (Paguma larvata), Garangan (Herpestes sp), Berang berang (Lutra sp), Musang tenggorokan kuning (Martes flavigula), Tapir asia (Tapirus indicus), Trenggiling (Manis javanica), Landak (Hystrix brachyura), Jelarang bilalang (Ratufa affinis), Landak ekor panjang (Trichys fasciculata), Tikus rembulan (Echinosorex gymnura), Tikus (Rattus sp), Bajing tanah moncong runcing (Rhinosciurus laticaudatus) dan Tupai / Bajing. Jenis – jenis primata yaitu Owa ungko (Hylobates agilis), Kokah (Presbytis femoralis), Monyet daun (Presbytis sp),

Potensi Jasa Lingkungan :

  1. Wisata Petualangan dan Landscape (Tracking dan Penyusuran Sungai)

      Untuk mencapai lokasi objek wisata maka digunakan perahu/ boat (istilah daerah: piyaujohnson atau robin) melalui sungai utama (Sungai Subayang) dimana pada daerah tertentu di sepanjang sungai dapat dilihat adanya pondok tempat masyarakat lokal berladang dan berternak, atau melihat kehidupan masyarakat lokal yang turun ke muara atau naik ke hulu sungai dengan menggunakan perahu. Perjalanan/trekking dilakukan dengan berjalan kaki melalui hutan-hutan primer dengan kondisi tanah yang berlumpur, dan selama perjalanan dapat menikmati pohon-pohon dari FamiliDipterocarpaceae, anggrek hutan dan kehidupan liar. Bila memasuki Desa Tanjung Belit dan Desa Salo atau Subayang Jaya maka kita akan menjumpai air terjun yang memiliki panorama yang indah dan alami. Untuk wisata trekking dan penyusuran sungai ini akan sangat menarik bagi mereka yang menyukai tantangan dan kehidupan liar.

  1. Pengamatan Burung (Bird watching; Nest; Jungle)

Pengamatan burung dapat dilakukan di hutan-hutan primer dan sekunder atau sepanjang sungai saat perjalanan menuju ke lokasi wisata. Berbagai jenis burung dapat kita lihat di antaranya murai daun, murai batu, kacer, dll. Beberapa masyarakat juga telah berhasil menangkarkan beberapa jenis burung sehingga para wisatawan pun dapat menyaksikan penangkaran secara langsung.

  1. Pengamatan Primata

Pengamatan primata dapat dilakukan pada saat menyusuri sungai ataupun ketika melewati hutan primer atau sekunder yang ada di SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Jenis primata yang dapat dilihat atau diamati secara langsung dan mudah adalah monyet ekor panjang (Macaca fasicularis). Selain itu, di sepanjang Sungai Subayang juga dapat dijumpai Siamang (Symphalangus syndactylus) dan Owa ungko (Hylobates agilis).

  1. WisataAir Terjun Batu Dinding
  1. Pengamatan Track Harimau dan Jenis Kucing Hutan Lainnya

Satwa dilindungi yang terdapat di SM Bukit Rimbang Bukit Baling diantaranya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan empat jenis kucing hutan lainnya.

  1. Pengamatan RaflesiaMerah-Putih (Rafflesia hasseltii)
  2. Objek Wisata Budaya (Lubuk Larangan, Semah Rantau, dan lain-lain)

Akses Kawasan

Secara umum terdapat dua akses utama menuju kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling, yaitu melalui jalan darat dan jalur sungai, yakni Sungai Subayang. Di dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling sendiri pada bagian Utara terdapat jalan ilegal di dalam kawasan yang dapat dilalui sepeda motor. Kondisi ini juga turut andil dan berpotensi mengancam kelestarian kawasan.

Jalur menuju kawasan S Bukit Rimbang Bukit Baling dapat ditempuh melalui Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu,Kabupaten Kampar yang berjarak sekitar 100 km atau sekitar 2 – 2,5 jam dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Akses masuk ke dalam kawasan selanjutnya menggunakan perahu (akses sungai) kurang lebih setengah jam menuju Desa Muara Bio yang merupakan pintu masuk kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling.

Jalur lain menuju SM Bukit Rimbang Bukit Baling juga dapat ditempuh melalui kantor resort Bukit Rimbang dan Bukit Baling di Desa Petai, yang berjarak ± 120 km atau sekitar 3 – 3,5 jam dari Kota Pekanbaru ke Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dengan menggunakan transportasi darat. Dari kantor resort menuju akses terdekat masuk dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling yaitu Sungai Tapi yang merupakan ujung dari kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling berjarak kurang lebih 12 km dengan menggunakan transportasi darat.  Selain itu terdapat akses jalan yang dapat dilalui kendaraan besar seperti mobil dan truk menuju Desa Pangkalan Indarung yang berbatasan langsung dengan kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling.

SM Bukit Rimbang Bukit Baling juga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat sehingga kawasan ini dapat juga diakses melalui jalan dari Provinsi Sumatera Barat. Kondisi ini disatu sisi dapat memberikan ancaman apabila dalam rencana pengembangan maupun pembangunan aksesibilitas tidak mempertimbangkan prinsip – prinsip kelestarian kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling dan kawasan hutan disekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 339 kali

Baca Lainnya