History

Rabu, 22 Mei 2019 - 11:28 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Bung Karno Terima Naskah Ketetapan MPRS Menjadi Presiden Seumur Hidup

Presiden Soekarno pada Senin pagi dalam rapat umum dialun-alun kota Bandung telah menerima ketetepan Majelis Permusyawahan Rakyat Sementara yang menyatakan Bung Karno sebagai Presiden seumur hidup.

riaulebihbaik.com – Dalam menerima ketetapan MPRS No. III/1963, yang disetujui dengan suara bulat dalam rapat paripurna ketiga Sabtu malam yang lalu mengatakan bahwa hal itu adalah peristiwa penting bagi Negara, upacara penyerahan ketetapan menyatakan saya sebagai Presiden RI seumur hidup, tidak kurang penting bagi diri saya, kata Presiden.

” Jikalau saya menerima pengangkatan itu, saya ketahui bahwa jika ditinjau dari sudut hukum kekuasaan MPR Sementara sama dengan MPR. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika nanti Majelis Permusyawaraan Rakyat hasil pemilihan umum meninjau soal itu kembali” ujar Bung Karno ketika itu.

” Saya kini sudah berumur 61 tahun dan tidak tahu Allah SWT akan beri umur berapa lama lagi pada saya, saya ketahui bahwa setiap manusia akhirnya akan dipanggil kembali kealam baka. Namun saya tahu bahwa revolusi Indonesia belum selesai dan selesainya revolusi Indonesia itu masih akan memakan waktu bertahun-tahun lagi, malah berpuluh-puluh tahun.” lanjut beliau

Tatkala naskah ketetapan MPRS yang dihiasi pita merah putih diserahkan kepada Presiden Soekarno oleh ketua MPRS, Chairul Saleh, rakyat yang menyaksikan upacara itu menyambut dengan sorak riuh gempita.

Menurut Chairil pengangkatan Presiden Soekarno seumur hidup oleh MPRS merupakan bukti kesatuan antara MPRS dengan revolusi denga rakyat revolusioner.

Dikatakan bahwa hal itu merupakan bukti dari tekad seluruh rakyat Indonesia dan Pemimpin Besar Revolusi untuk melaksanakan haluan negara dan pembangunan negara serta menghadapi kontra-revolusi dalam dan luar negeri.

Upacara penyerahan ketetapan MPRS itu berlangsung bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-55 hari Kebangkitan Nasional dan dihadiri antara lain oleh pejabat tinggi negara, wakil korp diplomatik dan masssa rakyat kota Bandung. Selesai rapat umum itu Presiden Soekarno menyaksikan defile didepan Gedung Merdeka, dijalan Asia Afrika, yang diselenggarakan untuk meriahkan peringatan ulang tahun Divisi Siliwangi.

Kecam rasialis
Presiden Soekarno dalam pidatonya yang hampir satu jam lamanya sekali lagi mengecam perbuatan rasialis akhir-akhir ini yang menimbulkan kerusakan toko-toko Tionghoa yang bergelombang dibeberapa kota Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kita harus laksanakan Amanat Penderitaaa Rakyat dengan jalan benar, jangan kira masyarakat adil dan makmur dapat dicapai dengan perbuatan teror. Kita tidak dapat menyelenggarakan sosialisme Indonesia dengan melempar batu ke kaca-kaca toko di Braga, dengan membakar mobil, gedung dan rumah. Kita belum berada dalam alam sosialisme Indonesia dan jika saya terima jadi Presiden seumur hidup, itu tidak berarti masyarakat adil dan makmur telah tercapai. Saya menerima ini berarti saya akan memberi pimpinan kepada perjuangan rakyat mencapai tujuan revolusi Indonesia. Moga-moga saya diberi taufik hidayat oleh Tuhan, diberi berkat, berkat rahmat, agar saya dapat memimpin revolusi Indonesia sampai kepada tujuannya”, ujar Bung Karno

Presiden mengingatkan bahwa pembangunan sosialisme Indonesia belum terlaksana, dan tidak akan terjadi seperti embun jatuh dari langit.

“Jika ada seseorang yang dapat menyelenggarakan sosialisme Indonesia dalam waktu satu hari, ya satu tahun, bahkan dalam waktu sepuluh tahun, saya akan mundur dan mempersilahkan orang itu mengambil tempat saya”, kata Presiden Soekarno.

Presiden kemudian menanyakan kepada ketua PKI Aidit : “Dapatkah sosialisme Indonesia dicapai dalam waktu 10 tahun ?”.

Aidit menjawab didepan corong pengeras suara : “Saya sepenuhnya setuju dengan Bung karno, sosialisme tidak dapat dilaksanakan dalam satu hari, satu tahun atau 10 tahun. Tetapi dibawah pimpinan Bung Karno mudah-mudahan tidak terlalu lama kita bisa selenggarakan sosialisme” jawab Aidit.

Diktum ketetapan MPRS
Dalam diktum ketetapan MPRS itu dinyatakan sebagai berikut :
Memutuskan
Dengan memanjatkan do’a Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa semoga kiranya melimpahkan berkah karunianya serta umur panjang kepada Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia dan dengan senantiasa mendapat perlindungan dan petunjukNya semoga dikaruniai kekuatan rohani dan jasmani oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan menjunjung tinggi UUD’45 demi kepentingan penyelesaian revolusi.

Menetapkan
Pasal 1
Dr. Ir. Haji. Soekarno (Bung Karno) Pemimpin Besar Revolusi Indonesia yang kini menjabat Presiden Republik Indonesia dinyatakan dengan karunia Allah untuk menjadi presiden RI seumur hidup.

Pasal 2
Menyampaikan ketetapan MPRS ini kepada segenap rakyat Indonesia untuk dimaklumi dan dijunjung tinggi.
Ditetapkan di kota Bandung
tanggal 18 Mei 1963.

Artikel ini telah dibaca 128 kali

Baca Lainnya