Pemilu 2019 Politik Video

Sabtu, 18 Mei 2019 - 00:15 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Aksi Super Damai di Depan Kantor KPUD Riau

Penyampaian pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua GMMK Riau, Yana Mulyana, kepada Ketua KPU Riau Ilham M Yasir.

riaulebihbaik.com, Pekanbaru, – Menurut Yana banyak temuan kecurangan yang disampaikan oleh masyarakat pada Pemilu 2019 ini. Diantaranya kekurangan surat suara, surat suara tercoblos, kesalahan penghitungan situng, dan lain-lain.

“Kesalahan ini terjadi berulang dan di banyak tempat. Seolah KPU sengaja melakukannya. KPU harus netral dalam menyelenggarakan Pemilu. Jangan berbuat curang sehingga merugikan salah satu calon.” ujar Yana usai melakukan aksi pada Jumat (17/5/2019).

Menurut Yana, laporan-laporan kecurangan tersebut harus ditanggapi untuk perbaikan ke depannya. Jika tidak, dikhawatirkan masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.

“Kita di sini tidak menuntut siapa yang harus menang. Siapapun yang menang akan kita terima jika itu berlangsung dengan adil,” tambah Yana.

Ia menuntut KPU tidak perlu mengulang pemilu, cukup dengan membuka kembali formulir C1 untuk memastikan hasil yang sebenarnya.

GMMK sendiri mengatakan akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditanggapi. Lewat aksi ini, mereka berharap KPU melihat keinginan masyaakat untuk diperlakukan adil oleh pemerintah.

Sementara itu Ketua KPU Provinsi Riau, Ilham Muhammad Yasir menanggapi santai aksi super damai yang menyorot berbagai persoalan Pemilu 2019 di Riau.

Link video : https://www.youtube.com/watch?v=Hk1LzKYupAI

“Kami secara terbuka menyambut, kemarin juga ada demo dari mahasiwa kami temui. Tadi kan kami menunggu, kebetulan kami anggora tinggal berdua, anggota lain sedang di Bengkalis. Awalnya kan informasi akan datang ke kantor KPU kami siap, dan akhirnya juga di depan (kantor KPU) kami siap,” kata Ilham, Jumat (17/5/2019).

Disinggung mengenai tanggapannya terkait tuduhan massa dari GMMK bahwa KPU melakukan kecurangan, ia mengatakan bahwa saat ini rekap berjenjang sedang berjalan dari tingkat bawah sampai atas.

“Kalau dibilang curang atau tak curang itu bisa dilihat di dokumen kita, dokumen kita terbuka, bisa diklarifikasi oleh peserta Pemilu. Saya contohkan, pada rekap kemarin, ada tuduhan curang di suatu TPS di Rohul, dan hasil rekap kemarin Bawaslu rekomendasikan menghadirkan kotak itu, kita hadirkan dalam sidang pleno dan ternyata tak ada masalah,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa situng merupakan transparansi KPU untuk masyarakat luas karena pada pemilu sebelumnya tidak ada menggunakan situng.

Artikel ini telah dibaca 107 kali

Baca Lainnya