Pemilu 2019 Politik

Sabtu, 27 April 2019 - 15:28 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Paslon 02, Prabowo-Sandi Menang 87% di Sumbar, Inilah Sosok Gubernur Irwan Prayitno

Sekian Lama Menggeluti  Dunia Pendidikan dan Dakwah Mengantarkan Nasibnya ke Dunia Politik. Pria Ini Berhasil Menjadi Anggota Dewan hingga Gubernur Sumatera Barat 2 Periode.

Irwan Prayitno, kelahiran Yogyakarta, 20 Desember 1963 sejatinya memiliki darah Minang dari kedua orang tuanya, Djamrul Djamal dan Sudarni Sayuti. Saat masih kecil, Irwan sempat tinggal di Semarang, kemudian berpindah ke Cirebon dan menempuh pendidikan dasar di SDN 4 Kebon Baru, Cirebon, Jawa Barat.

Setelah lulus SD, pria berkulit coklat ini pun ikut orang tuanya hijrah ke Padang, Sumatera Barat. Irwan Prayitno melanjutkan pendidikannya di SMP 1 Padang dan SMA 3 Padang. Ia aktif dalam kepengurusan OSIS. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan Strata 1 ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) meski awalnya ia ingin kuliah di Institut Teknoogi Bandung (ITB), namun terhalang masalah penglihatan.

Selama kuliah, tak hanya aktif di organisasi kampus, ia pun aktif berdakwah, mengajar beberapa SMA swasta, dan menjadi konselor di bimbingan belajar Nurul Fikri.

Selain itu, ia juga bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pada 1984, ia dipercaya sebagai Ketua HMI Komisariat Fakultas Psikologi UI. Namun, karena intervensi pemerintah Orba dan mengharuskan setiap ormas berlandaskan Pancasila, HMI pun mengganti asasnya dengan asas Pancasila pada tahun 1986. Kondisi tersebut membuat Irwan keluar.

Pada tahun 1985, Irwan menikah dengan Nevi Zuairina. Bersama sang istri, ia melanjutkan dakwah dan kegiatan kemanusiaan. Karena IPK kecil 2.02, pria yang pernah menjadi Konselor sekolah SMA P.B. Sudirman, Jakarta ini pun memutuskan tinggal di Padang. Hasil IPK yang kurang maksimal itu dikarenakan ia harus membagi waktu antara kuliah, mencari nafkah, dan berorganisasi.

Di Padang, ia merintis kursus bimbingan belajar Adzkia di Lolong pada 1987 bersama rekan-rekannya. Setelah pindah ke PGAI, Irwan pun mendirikan Yayasan Pendidikan Adzkia yang perlahan menaungi pendidikan TK hingga Perguruan Tinggi.

Untuk menopang karier dan pendidikannya, pada tahun 1995, ia melanjutkan pendidikan tingkat Magister di Universitas Putra Malaysia dan berhasil diselesaikan dalam waktu 3 semester. Tidak puas sampai di sana, Irwan pun melanjutkan S3 di Universitas yang sama dan tamat tahun 2000.

Selama di Selangor, Malaysia, ia tetap aktif berdakwah bahkan kegiatannya sempat sampai ke London, Inggris. Di sisi lain, Irwan juga harus bekerja keras menghidupi keluarga yang juga ikut tinggal di Negeri Jiran.

Di tengah gencar-gencarnya aktif di dunia pendidikan dan dakwah, Irwan terjun ke dunia politik saat dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota legislatif Kabupaten Tanah Datar. Tepat saat pemilihan umum legislatif, ia sukses menyelesaikan S3 dengan IPK cum laude 3.97.

Setelah terpilih sebagai anggota legislatif, pria yang memiliki jiwa pengajar ini harus membagi waktu antara kariernya di politik dan akademisi. Sejak tahun 2003, ia telah menjadi dosen untuk Program Pasca Sarjana di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Pada 1 September 2008, Irwan Prayitno dikukuhkan sebagai Guru Besar UMJ.

Artikel ini telah dibaca 106 kali

Baca Lainnya